Pemimpin Idaman Masa Depan: Melindungi Masyarakat Adat dan Konsisten Menjaga Hutan

Diterbitkan pada 01 Januari 1970
cover img Pemimpin Idaman Masa Depan: Melindungi Masyarakat Adat dan Konsisten Menjaga Hutan

“Sumatera Utara ini punya banyak suku, Bu. Orang luar biasanya hanya tau Batak, padahal ada juga suku asli di Medan yakni Melayu Deli.”

“Ooh…” saya memberi tanggapan singkat untuk driver kami yang baru saja berbagi wawasan. Jujur saja, saya pun menduga mayoritas masyarakat adat yang ada di Sumatera Utara itu didominasi oleh Batak. Ternyata, ada banyak yang belum saya ketahui. Saya kembali menyandarkan punggung di kursi dan tersenyum. Ah, saya senang berada di kota ini. Kota heterogen yang dihuni penduduk dengan beragam kepercayaan, adat, dan tinggal berdampingan. Menurut saya, itu sangat indah.

Saat di Medan, saya menyewa motor dan berkeliling Medan selama 5 jam. Karena obrolan singkat dengan Pak Supir, saya jadi makin penasaran dengan Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun. Saya pun bergegas ke sana untuk mempelajari sejarah dan budaya Melayu Deli.

Kebetulan saat berada di masjid, ada seorang penjaga masjid bernama Pak Tomo yang mengantar saya berkeliling masjid. Beliau turut menunjukkan pada saya lokasi makam Raja dan Sultan Deli dengan atap khas ukiran Melayu. Sesaat sebelum saya meninggalkan masjid, saya kembali memandangi lekat-lekat ukiran pada dinding dan atap masjid yang menawan.

Kaya. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang dimiliki oleh berbagai masyarakat adat di Sumatera Utara dan di seluruh Indonesia. Mereka memiliki budaya, cipta, nilai, keunikan, serta potensi sumber daya alam yang unik dan melimpah. Sayangnya, mereka kerap berhadapan dengan masalah ketika mengakses sumber daya alam karena lemahnya kedudukan. Saya percaya bahwa kondisi masyarakat adat bisa lebih baik dari kemarin dan hari ini. Kita hanya perlu lebih berkomitmen dan bersungguh-sungguh menganggap masyarakat adat adalah bagian dari Indonesia. 

Keyakinan saya ini sangat berdasar, terutama pasca saya terlibat aktif pada acara Silaturahmi Raja dan Sultan Nusantara III di Malang tahun 2013. Saat itu, saya menjadi panitia untuk sebuah acara yang sangat penting dan barangkali belum tentu bisa saya ikuti lain waktu. Saya tak mampu menahan bola mata saya yang kian membesar dan jemari saya yang terus menekan tombol shutter kamera, berusaha mengabadikan berbagai momen langka yang saya saksikan sendiri.

Kala itu, saya melihat puluhan perwakilan Raja dan Sultan dari nusantara. Barangkali, sekarang yang ada di benakmu adalah “Memangnya mereka masih ada?”. Dengan lugas saya jawab, “Tentu!” Saya akan dengan senang hati berbagi cerita di sini.

Acara ini adalah salah satu bukti eksistensi masyarakat adat yang masih hadir di sekitar kita hingga kini. Mungkin kehadirannya sering tidak kita sadari, padahal, sebetulnya perannya sangat dekat dengan kita. Coba kamu hembuskan nafas, aah… segar, kan? Berterimakasihlah pada masyarakat adat yang senantiasa menjaga hutan untuk kita. Sebab, menurut Project Officer KLIMA Yayasan Madani Berkelanjutan, Yosi Amelia, masyarakat adat di Indonesia membuktikan mampu menjaga dan melestarikan hutan seluas 574.119 hektar. Menurut saya, ini luar biasa, sebab masyarakat adat juga berhadapan dengan tantangan berupa kebijakan sumber daya alam yang eksplotatif. Baik sekali, ya, mereka.

Dear generasi muda, kita juga jangan mau kalah, dong! Kita harus berbuat mulia untuk mereka. Baik melalui peran kita di masyarakat, maupun peran kita sebagai pemimpin di komunitas, keluarga, lingkungan, ataupun jika nanti bisa menjadi pemimpin Indonesia.

Masyarakat adat butuh pemimpin idaman yang mampu melindungi mereka dengan instrumen yang kuat. Tanpa bermaksud membual, dulu, melalui tulisan dan beberapa penelitian yang saya lakukan, saya kerap berandai-andai.

“Jika saja saya jadi pemimpin, tentu saya akan dengan senang hati melakukan aksi nyata untuk melindungi mereka.”

Selengkapnya di https://www.bundatraveler.com/masyarakat-adat-dan-hutan/

 

Blog Lainnya

cover img Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2021

Hidup Dalam Keseimbangan Dengan Alam Kita sebagai manusia haruslah menyadari bahwa kita harus menjaga keseimbangan dalam hidup kita, seperti dalam

Baca Selengkapnya
cover img Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2021

Hutan adalah kehidupan. Melindungi hutan sama dengan menjaga sumber kehidupan. Kehidupan di bumi saling kait mengait. Berpilin-pilin bagai kelindan. M

Baca Selengkapnya
cover img Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2021

Beberapa hari lalu ketika sowan Bulik suami, saya sempat diceritakan tentang teman beliau. Seseorang yang mempunyai sifat kepemimpinan, memiliki karak

Baca Selengkapnya
cover img Pohon Sebagai Warga Negara

Pohon Sebagai Warga Negara

Diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2021

Seandainya Saya menjadi seorang pemimpin, setiap jenis pohon akan dilantik sebagai warga negara yang sah. Pelantikan dengan iring-iringan musik masyar

Baca Selengkapnya
cover img Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Diterbitkan pada tanggal 23 Maret 2021

Untunglah jembatan itu sudah selesai dibangun. Aku menyebutnya Jembatan Sampah, meski pemerintah setempat telah memberinya nama Jembatan Wali Kota.

Baca Selengkapnya