JIKA MENJADI PEMIMPIN, AKAN KUGELORAKAN ’GERAKAN AMAL AIR UNTUK KEHIDUPAN’ MENUJU INDONESIA SEHAT

Diterbitkan pada 18 Maret 2021
cover img JIKA MENJADI PEMIMPIN, AKAN KUGELORAKAN ’GERAKAN AMAL AIR UNTUK KEHIDUPAN’ MENUJU INDONESIA SEHAT

Ketersediaan air bersih ternyata masih menjadi masalah pelik di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (2013), sedikitnya 1.235 desa di sepenju

Ketersediaan air bersih ternyata masih menjadi masalah pelik di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (2013), sedikitnya 1.235 desa di sepenjuru Indonesia menyandang status rawan air minum. Secara umum, ini disebabkan oleh ketiadaan sumber air baku. Kalaupun ada, secara kuantitas tidak dapat memenuhi tingkat kebutuhan air minum masyarakat, letaknya sulit dijangkau, atau kualitasnya tak memenuhi kriteria baku mutu untuk air minum. Adapun Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mencatat, hingga akhir 2013, cakupan pelayanan air minum hanya mencapai 61,83 persen.

Masalah bertambah rumit akibat meningkatnya populasi penduduk dan perkembangan perkotaan serta industri hingga menimbulkan krisis air baku di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi tersebut kian diperburuk dengan berlangsungnya perubahan iklim. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum mengingatkan pula tentang kemungkinan terjadinya konflik perebutan air baku di tahun-tahun mendatang. Dari 133 wilayah sungai di Indonesia, hanya 13 sungai yang mengalir di satu Kabupaten. Sementara 51 sungai mengalir lintas Kabupaten dan Kota, 27 sungai mengalir lintas Provinsi, 37 sungai strategis nasional dan lima sungai mengalir antar negara. Maka, penggunaan sumber air baku berpotensi besar menimbulkan konfilk antarwilayah dan antarpengguna. Jonathan Haughton dan Shahidur R. Khandker dalam ‘Pedoman tentang Kemiskinan dan Ketimpangan’ (2012) mengidentifikasi bahwa karakteristik wilayah (rendahnya curah hujan) dan karakteristik masyarakat (terbatasnya infrastruktur penunjang kehidupan, seperti pelayanan air minum) juga berperan sebagai faktor penyebab kemiskinan. Sementara lembaga nirlaba Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat, dan pernah menempatkan Indonesia pada peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia dalam Indeks Negara Gagal 2012, pun menyebut ketidakhadiran layanan publik, termasuk menyangkut penyediaan air bersih, akan menggiring negara ke arah kegagalan. Oleh sebab itu, jelas kiranya bahwa demi mencapai Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, diperlukan solusi tepat guna menjamin ketersediaan air.

Untuk menjamin ketersediaan air bersih, jika menjadi seorang pemimpin, aku bertekad merumuskan solusi berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Suatu pedoman yang acap terlupakan, padahal memiliki potensi teramat dahsyat guna mendatangkan begitu banyak kebaikan bagi Indonesia.

Berawal dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang menyiratkan kepercayaan dan ketakwaan dari segenap bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengingat karakteristik sebagian besar anggota masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai agama, maka solusi untuk menjamin ketersediaan air bersih sebaiknya berlandaskan pada ajaran agama dan melibatkan para tokoh berbagai agama sejak perumusan hingga penerapannya.

Sesuai amanat Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, aku akan memulai suatu kampanye bertajuk Gerakan Amal Air Untuk Kehidupan. Melalui gerakan ini, beragam kegiatan lantas kugulirkan untuk menjamin ketersediaan air bersih, di antaranya dengan mengusung tagline, “Lestarikan Sumber Air Bersih, Selamatkan Kehidupan, Sebarkan Amal Bagi Indonesia Sehat.”

Melalui pelibatan para tokoh agama dalam Gerakan Amal Air Untuk Kehidupan, pesan mengenai pentingnya menjamin ketersediaan air bersih dapat disampaikan dengan berlandaskan ajaran agama. Sesuai ajaran Islam, misalnya, air bersih dianggap sebagai karunia Allah SWT bagi kehidupan. Hal ini termuat dalam Q.S Al-Anbiya 21: 30 (Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup), Q.S Al-Baqarah 2 : 22 (Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Diamenghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu), dan Q.S Al-Hijr 15: 22 (Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya).

Sementara merujuk ajaran Kristen, air merupakan sarana penyucian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa Yesus Kristus telah mentahirkan sidang Kristen ”dengan pemandian air melalui firman”. Seperti air, yang membersihkan secara fisik; kebenaran Firman Allah mempunyai kuasa untuk mentahirkan secara moral dan rohani. Pentahiran semacam ini akan membuat para murid Kristus ”kudus dan tanpa cacat”(Efesus 5:25-27).

Agar Gerakan Amal Air Untuk Kehidupan beroleh dukungan luas, maka kampanye akan kukaitkan juga dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia sesuai amanat Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Secara faktual, Badan Pusat Statistik (2013) memaparkan tak kurang dari 80 juta penduduk Indonesia mengalami kesulitan mengakses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di beberapa daerah, warga bahkan terpaksa mengkonsumsi air dari kubangan kerbau akibat deraan krisis air bersih berkepanjangan. Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap Pasal 9 ayat (3) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup baik dan sehat. Karena salah satu syarat mutlak bagi hadirnya lingkungan hidup tersebut adalah ketersediaan air bersih dalam jumlah memadai, maka telah nyata betapa banyak warga yang hingga kini belum memperoleh hak mendasarnya.

Selengkapnya di https://rakaraynata.wordpress.com/2020/11/30/jika-menjadi-pemimpin-akan-kugagas-gerakan-amal-air-untuk-kehidupan-menuju-indonesia-sehat/

 

 

 

Blog Lainnya

cover img Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2021

Hidup Dalam Keseimbangan Dengan Alam Kita sebagai manusia haruslah menyadari bahwa kita harus menjaga keseimbangan dalam hidup kita, seperti dalam

Baca Selengkapnya
cover img Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2021

Hutan adalah kehidupan. Melindungi hutan sama dengan menjaga sumber kehidupan. Kehidupan di bumi saling kait mengait. Berpilin-pilin bagai kelindan. M

Baca Selengkapnya
cover img Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2021

Beberapa hari lalu ketika sowan Bulik suami, saya sempat diceritakan tentang teman beliau. Seseorang yang mempunyai sifat kepemimpinan, memiliki karak

Baca Selengkapnya
cover img Pohon Sebagai Warga Negara

Pohon Sebagai Warga Negara

Diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2021

Seandainya Saya menjadi seorang pemimpin, setiap jenis pohon akan dilantik sebagai warga negara yang sah. Pelantikan dengan iring-iringan musik masyar

Baca Selengkapnya
cover img Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Diterbitkan pada tanggal 23 Maret 2021

Untunglah jembatan itu sudah selesai dibangun. Aku menyebutnya Jembatan Sampah, meski pemerintah setempat telah memberinya nama Jembatan Wali Kota.

Baca Selengkapnya