Golongan Hutan X DDA Blog Competition Winner

Diterbitkan pada 25 Januari 2021
cover img Golongan Hutan X DDA Blog Competition Winner

Tulisan ini dibuat dalam rangka mendorong siapa saja, khususnya generasi muda, agar memiliki cita-cita dalam hidup yang bersifat kolektif demi menunja

Tulisan ini dibuat dalam rangka mendorong siapa saja, khususnya generasi muda, agar memiliki cita-cita dalam hidup yang bersifat kolektif demi menunjang kemajuan bangsa Indonesia. 

Disebut kolektif karena cita-cita yang dihidupi secara individual tidak akan membawa efek yang besar bagi kemajuan sebuah bangsa sebagaimana tersirat melalui tokoh Minke dalam Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer atau tokoh Pangeran Cilik dalam Le Petit Prince karya Antonie de Saint-Exupery. Meskipun memberi inspirasi bagi banyak orang, namun dalam gerakan sosial politik, dua tokoh ini tidak mampu berbuat banyak. 

Sebaliknya, perubahan besar hanya akan terwujud jika agenda bersama sebagai sebuah bangsa merupakan akumulasi dari cita-cita setiap warga negara. Hal ini penting karena selama ini ideologi neoliberalisme membuat orang menghidupi cita-cita yang bersifat sangat individual. 

Masing-masing orang menghidupi fantasinya sendiri-sendiri, saling berkompetisi, dan akhirnya mempertebal prasangka diantara sesama. Dalam lanskap yang lebih luas, khususnya dalam register birokrasi, masing-masing sektor pembangunan bekerja sendiri-sendiri, setiap program pembangunan tidak berkorelasi positif dengan program pembangunan dari sektor lain, dan seterusnya. 


Persis di situ, dibutuhkan pemimpin yang mampu menangkap peluang sekaligus mengisi kekosongan paradigma berpikir yang selama ini tidak digarap secara serius khususnya di bidang ketahanan dan kesejahteraan pangan. Hal ini penting karena Indonesia merupakan salah satu negara agraris terpenting di Asia Tenggara dengan luas daratan sekitar 191,09 juta hektare dan karena itu sektor pangan mestinya menjadi ujung tombak pembangunan yang melibatkan sektor lain seperti pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan politik.

Pelibatan sektor lain bersifat sangat krusial karena rendahnya ketahanan pangan dan buruknya kesejahtraan pangan disebabkan bukan semata-mata oleh karena kelangkaan melainkan karena buruknya sistem distribusi dan aksesibilitas. Tidak mengherankan jika OXFAM (2001) mendefinsikan ketahanan pangan sebagai kondisi ketika setiap orang dalam segala waktu memiliki akses dan kontrol atas jumlah pangan yang cukup dan kualitas yang baik demi hidup yang sehat dan aktif.

Ada dua kandungan makna yang tercantum di sini, yakni ketersediaan dalam artian kualitas dan kuantitas, dan akses dalam artian hak atas pangan melalui pembelian, pertukaran, maupun klaim (Nurhemi, dkk. 2014:10). 

Argumen ini juga simetris dengan apa yang ditegaskan oleh Amartya Sen, pemenang Nobel Ekonomi 1998 dalam bukunya Inequality Reexamined (1992) bahwa akses dan kebebasan atas ketersediaan pangan itu penting. 

Maksudnya, meski pangan melimpah, tidak otomatis kurang pangan hilang sebab masalah kelaparan itu berkaitan dengan terdistribusi dan keterjangkauan pangan. Kelaparan atau rawan pangan terjadi bukan karena tidak ada makanan, tapi karena orang tidak bisa memiliki makanan. Singkatnya, mengutip Pasal 34 UUD 1945 yang secara tegas menjamin hak fakir miskin dan anak-anak terlantar untuk dipelihara oleh negara maka kelaparan adalah bencana HAM yang amat mengerikan dan negara dan pemimpin bangsa ini mesti bertanggung jawab.

Nah, dalam rangka mewujudkan ideal di atas, berikut akan dijelaskan beberapa strategi yang akan saya lakukan berkaitan dengan katahanan pangan jika saya terpilih menjadi pemimpin, khususnya pemimpin yang mengurus sektor pangan.

Penasaran kan pasti strateginya apa saja sobat? Baca selengkapnya di https://hanshayon.blogspot.com/2020/11/5-strategi-kesejahteraan-pangan-ketika.html

 

Blog Lainnya

cover img Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2021

Hidup Dalam Keseimbangan Dengan Alam Kita sebagai manusia haruslah menyadari bahwa kita harus menjaga keseimbangan dalam hidup kita, seperti dalam

Baca Selengkapnya
cover img Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2021

Hutan adalah kehidupan. Melindungi hutan sama dengan menjaga sumber kehidupan. Kehidupan di bumi saling kait mengait. Berpilin-pilin bagai kelindan. M

Baca Selengkapnya
cover img Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2021

Beberapa hari lalu ketika sowan Bulik suami, saya sempat diceritakan tentang teman beliau. Seseorang yang mempunyai sifat kepemimpinan, memiliki karak

Baca Selengkapnya
cover img Pohon Sebagai Warga Negara

Pohon Sebagai Warga Negara

Diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2021

Seandainya Saya menjadi seorang pemimpin, setiap jenis pohon akan dilantik sebagai warga negara yang sah. Pelantikan dengan iring-iringan musik masyar

Baca Selengkapnya
cover img Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Diterbitkan pada tanggal 23 Maret 2021

Untunglah jembatan itu sudah selesai dibangun. Aku menyebutnya Jembatan Sampah, meski pemerintah setempat telah memberinya nama Jembatan Wali Kota.

Baca Selengkapnya