Blogger Gathering Golhut X DDA Competition Winner

Diterbitkan pada 05 Februari 2021
cover img Blogger Gathering Golhut X DDA Competition Winner

Krisis Iklim: Pertarungan yang Hampir Kalah Namun Masih Bisa Menang! Kalau dipikir-pikir, amatlah beruntung umat manusia karena telah diciptakan un

Krisis Iklim: Pertarungan yang Hampir Kalah Namun Masih Bisa Menang!

Kalau dipikir-pikir, amatlah beruntung umat manusia karena telah diciptakan untuk mengelola bumi, sebuah planet berwarna biru yang menyediakan sumber daya yang lengkap untuk menyokong kehidupan. Dibandingkan beberapa planet tetangga di tata surya, bumi memang tergolong planet kecil. Namun ternyata ketika planet lain dipenuhi gas beracun dan kondisi yang begitu ektrem, planet kita justru sangat ramah terhadap berbagai bentuk kehidupan.

 

Bumi menyediakan suhu yang ideal sehingga air bisa tersedia dalam bentuk cair. Komponen gas terbesar yang menyusun atmosfer bumi adalah nitrogen, suatu jenis gas yang inert dan tidak beracun. Di sini tersedua oksigen yang sangat cukup untuk bernafas, namun tidak berlebihan yang dapat menimbulkan korosi ekstrem dan kebakaran masif. Tentunya masih banyak nikmat lainnya yang tidak akan habis ditulis meskipun menggunakan seluruh air laut sebagai tintanya. Semua kebaikan alam yang melimpah di planet ini menjadi bukti akan kemurahan hati dari Sang Pencipta kepada manusia.

Sebagai makhluk yang berakal dan bermartabat, sudah seharusnya peradaban ini membawa manfaat bagi semua penghuni bumi, baik umat manusia generasi sekarang dan selanjutnya, hewan, bahkan hingga tumbuhan. Sebagai "titipan" dari Tuhan, semua sumber daya memang diciptakan agar dikelola sebijak mungkin.

Manusia tidak pernah puas. Kita terus menggali isi bumi, menyelam ke dasar samudera, hingga menggusur yang bukan seharusnya. Kita seolah tidak punya pilihan, apalagi laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi. Tentu dibutuhkan sumber daya yang begitu banyak hanya untuk sekadar mengenyangkan perut 7 miliar orang.

Namun ada harga yang sangat mahal untuk semua hal itu. Di saat kita sedang asik mengejar kehidupan, tanpa disadari alam semakin merintih. Perlahan dan lemah, namun semakin keras dan menggema ke seluruh dunia. Eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan mengundang krisis iklim yang dampaknya bisa kita rasakan.

Sebagai contoh, kita sudah tidak bisa memprediksi musim hujan padahal dulu musim ini selalu datang pada bulan berakhiran "ber". Contoh lainnya, apakah kamu merasakan hari-hari yang semakin gerah sehingga ingin bolak-balik ke kamar mandi untuk cuci muka?

Memangnya Bumi Lagi Kenapa?

Oke, kita coba bahas bareng-bareng yah. Semua cerita ini dimulai dari perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang industri dan kedokteran. Dahulu, seorang ibu rata-rata memiliki 4-6 orang anak namun hanya 2 orang yang bertahan hidup hingga dewasa. Ketika ilmu kedokteran berkembang, laju kematian bisa ditekan. Revolusi industri pada abad ke-18 serta akhir Perang Dunia ke-2 pada tahun 1945 membuat taraf kehidupan semakin aman dan sejahtera. Akibatnya, laju pertumbuhan penduduk kian membludak!

Semakin banyak penduduk artinya semakin banyak sumber daya alam yang dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, serta energi. Setiap tahunnya kita melepas miliaran ton karbon dioksida dan berbagai gas rumah kaca lainnya ke atmosfer dari pembakaran batubara dan minyak bumi. Gas rumah kaca dapat memerangkap panas yang masuk ke atmosfer sehingga secara akan menaikkan suhu permukaan bumi secara kontinu.

Menurut data World Meteorogical Organization (WMO) yang dipublikasikan pada tahun 2019, bumi kita lebih panas 1 derajat Celcius dibandingkan era sebelum revolusi industri. Jangan salah ya,  kenaikan 1 derajat Celcius saja sudah diperingatkan ilmuwan sebagai "unacceptable risk". Jika dibiarkan begitu saja, suhu bumi diperkirakan mengalami kenaikan hingga 3 derajat Celcius pada tahun 2100, yang mana akan mengakibatkan krisis ekosistem yang fatal dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Baca selengkapnya dihttps://www.asymmetricalife.com/2021/01/krisis-iklim-hampir-kalah-namun-masih.html

Blog Lainnya

cover img Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Eksistensi Generasi Milenial Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia

Diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2021

Hidup Dalam Keseimbangan Dengan Alam Kita sebagai manusia haruslah menyadari bahwa kita harus menjaga keseimbangan dalam hidup kita, seperti dalam

Baca Selengkapnya
cover img Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Melindungi Hutan Menjaga Kehidupan

Diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2021

Hutan adalah kehidupan. Melindungi hutan sama dengan menjaga sumber kehidupan. Kehidupan di bumi saling kait mengait. Berpilin-pilin bagai kelindan. M

Baca Selengkapnya
cover img Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Perlunya Edukasi Untuk Menjaga Hutan di Sekitar Kita

Diterbitkan pada tanggal 25 Maret 2021

Beberapa hari lalu ketika sowan Bulik suami, saya sempat diceritakan tentang teman beliau. Seseorang yang mempunyai sifat kepemimpinan, memiliki karak

Baca Selengkapnya
cover img Pohon Sebagai Warga Negara

Pohon Sebagai Warga Negara

Diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2021

Seandainya Saya menjadi seorang pemimpin, setiap jenis pohon akan dilantik sebagai warga negara yang sah. Pelantikan dengan iring-iringan musik masyar

Baca Selengkapnya
cover img Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Perubahan Iklim di Indonesia, Kitalah Penyebabnya

Diterbitkan pada tanggal 23 Maret 2021

Untunglah jembatan itu sudah selesai dibangun. Aku menyebutnya Jembatan Sampah, meski pemerintah setempat telah memberinya nama Jembatan Wali Kota.

Baca Selengkapnya